JAKARTA, KOMPAS.com— Rekam jejak mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin di sejumlah tender proyek pemerintah yang mencurigakan menyiratkan potensi terjadinya perselingkuhan antara kepentingan politik dan bisnis. Kerawanan ini adalah buntut dari kenyataan banyaknya politisi Indonesia berlatar belakang pengusaha.
“Berdasarkan penelitian kita, 44,6 persen anggota DPR periode 2009-2014 itu adalah pengusaha. Latar belakang pengusaha itu bisa menjadi korelasi munculnya mafia tender,” kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Abdullah Dahlan, Kamis (7/7/2011).
Ia ditanya pendapatnya mengenai potensi terjadinya mafia tender di institusi pemerintah yang melibatkan para politisi. Koran Tempo, Kamis, melaporkan, nilai proyek yang dimenangkan sejumlah perusahaan terkait Nazaruddin dalam empat tahun terakhir lebih dari Rp 1,3 triliun. Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian RI, dan Badan Pemeriksan Keuangan tengah menelusuri seluruh proyek tersebut karena dinilai mencurigakan.





